Kaffee Bitte | Desi Puspitasari
[Enjoy Mine] Keep on Smile, Keep on Smile.., 2013
[Enjoy Purpose] Yes, I wanna it.., 2016
[On Novel] The Strawberry Surprise, 2013
[Green Wall] Blink n Smile.., 2016
[Flying] Lets Go, Guys.., 2015
[Enjoy Hair] Yes, It's my hair, 2016
[With Teater Garasi] Kura-kura Bekicot - Naskah Eugene Ionesco, 2010
Baca Sastra --Kedai Kebun Forum Tirtodipuran, 2015
[On The Stage] Sendang Kakung n Putri, Kotagede, 2016
[On The Scene] Yes, Mine.., 2011
[On Romnantic] With MeineLiebe , 2016
[On Gear] Hitam dan Jingga, Kawanku.., 2015
[On Framing] Do You Serious? I do Serious.., 2014
[On The Stage] Kindly dont laugh me, please.., 2016
[On Book-Music] Ngayogjazz Sleman, 2015
[On The Stage] Come On Reading.., 2015
[On The Stage] Dont peep me, yaaa.., 2016
TUK Versi Teater Garasi, 2010

Wednesday, January 16, 2019

Kelas Menulis Novel Desi Puspitasari


Yha, karena bergibah lebih asyik dan seru ketimbang menulis. Ya, kaaan?
Tapi, kita tidak akan melakukan perbuatan 'menyenangkan' itu di kelas menulis novel yang aku ampu 😂


Halo, Teman-teman. 

Aku membuka kelas menulis novel untuk pemula. Bagi Teman-teman yang ingin belajar menulis novel bisa banget bergabung di kelas privat ini.

Aku lebih senang bila kelas berlangsung secara tatap muka atau ketemuan langsung -- tentu saja diutamakan untuk area Yogyakarta (kecuali kalian ingin mengundangku memberi materi di kota kalian). Ketemuan langsung itu enak untuk penyampaian materi dan diskusinya. Tapi bila terhalang oleh jarak dan masih ingin sekali belajar, juga tersedia kelas menulis online (via WA dan atau surel)

Berikut ini kurang lebih materi-materi yang akan kita pelajari bersama untuk menulis cerpen (selengkapnya tentu saat sudah mengikuti kelas menulis): 
1. 5W 1H
2. Menyusun ide cerita - alur
3. Karakter - konflik
4. Riset - membuka cerita
5. Memilih gaya - sudut pandang
6. Struktur 3 babak - ending
7. Menyusun outline
8. Mengirim ke penerbit

Di kelas menulis ini akan ada materi, praktik, dan diskusi. Dan, ya, aku menekankan banyak praktik menulis. 

Biaya: kisaran Rp650.000,00/orang (enam ratus lima puluh ribu rupiah) dibayarkan di muka.
Waktu belajar: 8 kali pertemuan - 3 jam/pertemuan
Kelas tatap muka: minimum 1 murid, maksimum 2 murid.
Kelas online: 1 kelas, 1 murid saja.
Hari Minggu libur.

Untuk waktu belajar aku menyarankan sebaiknya dilangsungkan setiap hari tanpa terputus, misal: Senin - Sabtu. Tapi kalau tidak bisa, waktu dan hari bisa kita sepakati bersama.

CP: WA 0819-4636-8749.

Yuk, belajar menulis!

Novel-novel Desi Puspitasari antara lain: Jogja Jelang Senja (Grasindo), the Strawberry Surprise (Bentang Pustaka) sudah difilmkan dengan bintang Acha Septriasa dan Reza Rahadian, Kutemukan Engkau di Setiap Tahajudku (Hikmah) sudah di-FTV Religi di Indosiar, 2009, Mimpi Kecil Tita (Republika Penerbit) nomine buku Islam terbaik kategori fiksi anak.


Saturday, January 12, 2019

[Dimuat Januari 2019 - KOMPAS Nusantara Bertutur] Menanam Bibit Pohon Sengon

Rahasianya mengirim cerita anak untuk KOMPAS Nusantara Bertutur adalah memerhatikan tema setiap bulannya. Betul, tema cerita Nusantara Bertutur selalu ganti. Agar tak salah kirim dan mendapat kesempatan lebih besar untuk dimuat, sering-seringlah memeriksa di Fanspage-nya (klik)

Tema Januari 2019 adalah Jaga Hutan Kita. Aku mengirim naskah hari Rabu, 2 Januari 2019 dan naskah Menanam Bibit Pohon Sengon dimuat pada Minggu, 6 Januari 2019. 

Menulis cerita anak gampang-gampang sulit. Gampang karena cuma 400-an karakter, bila dibanding cerpen yang 1,400 karakter (atau kurang sedikit) atau novel yang 30.000 - 40.000 karakter. Tapi, karena pendek itulah justru letak kesulitannya. 

Selain itu menulis cerita anak juga... mau tahu? Ikut kelas menulisku saja, yuk, biar tahu bagaimana sebaiknya menulis cerita anak. Informasi mengenai kelas menulis bisa klik di siniEh--! Tapi, aku belum membuka kelas menulis cerita anak, dink. Baru kelas menulis cerpen, novel, dan naskah drama. (gimana, sih! -- pembaca ngomel-ngomel 😁)

Omong-omong, cerita anak Menanam Bibit Pohon Sengon - Desi Puspitasari yang dimuat di rubrik Nusantara Bertutur KOMPAS Minggu, 6 Januari 2019 sila dibaca di sini

Monday, January 7, 2019

Kelas Menulis Cerpen Desi Puspitasari



Nggak, kok. Kita nggak akan bergibah di kelas menulis yang aku ampu. 😂

Terkadang kita merasa punya banyak sekali ide yang bisa dijadikan cerita yang menarik, tapi saat akan ditulis semuanya jadi mampet. Terkadang pengin banget bisa menulis cerpen, tapi tidak tahu harus mulai dari mana dan harus ngapain. Terkadang ingin ini dan itu tapi.... 

Halo, Teman-teman. 

Aku membuka kelas menulis cerpen untuk pemula. Bagi Teman-teman yang ingin belajar menulis cerpen bisa banget bergabung di kelas privat ini.

Aku lebih senang bila kelas berlangsung secara tatap muka atau ketemuan langsung -- tentu saja diutamakan untuk area Yogyakarta (kecuali kalian ingin mengundangku memberi materi di kota kalian). Ketemuan langsung itu enak untuk penyampaian materi dan diskusinya. Tapi bila terhalang oleh jarak dan masih ingin sekali belajar, juga tersedia kelas menulis online (via WA dan atau surel)

Berikut ini kurang lebih materi-materi yang akan kita pelajari bersama untuk menulis cerpen (selengkapnya tentu saat sudah mengikuti kelas menulis): 
1. 5W 1H
2. Menyusun ide cerita - karakter - alur
3. Riset - konflik - sudut pandang
4. Membuka cerita - memilih gaya
5. Struktur 3 babak - ending
6. Mengirim cerpen ke media massa

Di kelas menulis ini akan ada materi, praktik, dan diskusi. Dan, ya, di sini aku menekankan banyak praktik menulis. 

Biaya: kisaran Rp450.000,00/orang (empat ratus lima puluh ribu rupiah) dibayarkan di muka.
Waktu belajar: 6 kali pertemuan - 3 jam/pertemuan
Kelas tatap muka: minimum 1 murid, maksimum 2 murid.
Kelas online: 1 kelas, 1 murid saja.
Hari Minggu libur.

Untuk waktu belajar aku menyarankan sebaiknya dilangsungkan setiap hari tanpa terputus, misal: Senin - Sabtu. Tapi kalau tidak bisa, waktu dan hari bisa kita sepakati bersama.

CP: WA 0819-4636-8749.

Yuk, belajar menulis!


Tuesday, January 1, 2019

[Dimuat Desember 2018 - KOMPAS] Karangan Bunga - Desi Puspitasari

Maria yang sudah berdiri tiba-tiba berbalik. Kedua tangannya merengkuh bahu Helene. Bibirnya yang merah muda dan kenyal mengecup bibir Helene. Mereka berciuman, lidah mereka bersentuhan, begitu ringan, begitu tanpa paksaan. 
Maria menarik kepalanya ke belakang dengan lembut. “Anda terasa manis, Ma’am. Ada sedikit kecut... Anda mencampur lemon dalam teh Anda, ya kan? Aku suka.” 
Wajah Helene kembali meruap hangat. 
Maria kembali berpamitan. “Au revoir.” 
Bel di pintu toko berkelinting. “Au revoir,” balas Helene lirih. Jari tangannya menelusuri bibirnya, merasakan kembali betapa lembut ciuman Maria di sana. -- Karangan Bunga, Desi Puspitasari


Penutup tahun 2018 yang manis. Satu cerpenku dimuat di Koran KOMPAS Minggu pada tanggal 30 Desember 2018.

Kadang saat menulis novel, aku kangen menulis cerpen. Saat menulis cerpen, aku kangen menulis novel. Well, aku memang harus menulis keduanya ya sepertinya. Hehe.

Karangan Bunga karyaku adalah penutup tahun berkarya pada 2018 yang superb, juga kado ulangtahunku ke-35 lebih (hampir) dua bulan, dan juga semoga menjadi pembuka jalan karya 2019 yang semangkin menakjubkan. Amin.

Cerpen KARANGAN BUNGA - Desi Puspitasari dimuat KOMPAS, 30 Desember 2018 sila BACA DI SINI.


Monday, April 23, 2018

[Islamic Book Award 2018] Mimpi Kecil Tita Nomine Buku Islam Terbaik Kategori Fiksi Anak

Tahun 2018 ini novel Mimpi Kecil Tita mendapat dua nomine pada Islamic Book Fair 2018, yaitu kategori buku Islam terbaik kategori fiksi anak dan buku Islam terbaik kategori desain sampul (kaver). 


Sedikit kutipan berita dari Republika.co.id:

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap tahun, Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta menyelenggarakan pameran buku Islam terbesar di Asia Tenggara, Islamic Book Fair (IBF). Pameran ini sudah berlangsung 17 tahun sejak 2001 silam.  
Koordinator Islamic Book (IB) Award, Vanda Yunita mengatakan sejak 10 tahun terakhir, panitia Islamic Book Fair (IBF) selalu memberikan penghargaan dan apresiasi kepada insan perbukuan Islam. Mulai dari karyanya, desain kaver, ilustrasi, hingga tokoh perbukuan Islam. 
"Ada tujuh kategori yang dilombakan dalam Islamic Book Award, yakni Buku Islam Terbaik Kategori Fiksi Anak, Buku Islam Terbaik Kategori Non Fiksi Anak, Buku Islam Terbaik Kategori Fiksi Dewasa, Buku Islam Terbaik Kategori Non Fiksi Dewasa, Buku Islam Terbaik Kategori Terjemahan, Buku Islam Terbaik Kategori Ilustrasi, dan Buku Islam Terbaik Kategori Desain Sampul (kaver)," ujarnya ketika dihubungi Republika.co.id, Jakarta, Selasa (17/4).

Selengkapnya sila baca di sini.

Dan setelah menunggu akhirnya mendapat kabar dari editor bahwa novel Mimpi Kecil Tita mendapat juara para kategori buku Islam terbaik kategori desain sampul (kaver).

Alhamdulillah. Semoga tahun-tahun ke depan bisa jauh lebih baik lagi.
Copyright © 2010- | Viva | Kaffee Bitte | Desi Puspitasari | Daily | Portfolio