Home » » Writer's Workout

Writer's Workout

Tak bisa dimungkiri, menulis adalah pekerjaan yang lebih banyak duduk ketimbang berjalan mondar-mandir atau bahkan menempuh perjalanan jauh. Aku menggunakan jam kerja kantoran seperti pada umumnya; mulai menulis pukul 09.00, istirahat pukul 12.00, kembali menulis pkl. 01.00 sampai pkl. 17.00. Kadang setelah isya'pekerjaan menulis masih berlanjut.

Selama dua tahun kemarin, pertengahan 2014 - pertengahan 2016 berat badanku naik 8 kg. Hahaha. Menjadi gemuk itu enggak enak. Beneran, deh. 

Saat lembur menulis yang ada di pikiran cuma pengin ngemil. Lalu makan besar. Lalu duduk menulis lagi. Gimana badan enggak bengkak, ya?

Karena merasa tidak nyaman kegemukan, aku memutuskan kembali berolahraga. Aku adalah tipe hardcore alias kalau sudah berolahraga maka aku akan bersungguh-sungguh. Dan tadaaaa... kerja kerasku enggak sia-sia. Dalam dua bulan berat badanku turun 11 kg.

Ini enggak dalam rangka ikut-ikutan Murakami yang rajin berlari maraton atau Gabo yang rajin golf. Murni karena ingin menjaga kesehatan. Gempuran foto-foto makanan manis dan berkabohidrat yang 'tidak bertanggung jawab' atas nama kuliner enak terlalu banyak akhir-akhir ini. Segala sesuatu yang berlebihab itu enggak baik. 

Aku menjaga pola makan. Aku rutib berolahraga demi badan sehat. Terbukti, aku enggak gampang sakit. Pekerjaan menulis lancar -- meski tetap saja berharap satu hari terdiri dari 36 jam atau lebih biar semua tenggat terkejar. 😁 

Aku masih tergolong gemuk untuk ukuran BMI. Masih mau menghempaskan beberapa kilo berat badan lagi. Banyak kilo, dink. Enggak masalah untuk terus hidup sehat. Jadi masalah bila punya penyakit jantung, diabetes, dan penyakit lainnya. Amit-amit. Jangan deh, ya.

Jaga badan itu harus. Dan aku akan tetap terus rajin berolahraga. Senang juga mengenakan baju-baju chic dan lucu tanpa perlu takut sesak. Woman's guilty pleasure. 😁


0 comments: