Home » » Torture Your Character; Kemalangan Yang Bertubi-tubi

Torture Your Character; Kemalangan Yang Bertubi-tubi

Jangan pernah takut jatuh cinta lagi, kan ada aku. ~ KOPI RENA

Cerita bersambung Majalah Femina yang aku tulis, menurut editor akan terbit di edisi pertengahan November 2015 yaitu no. 46, 47, 48. KOPI RENA (memiliki dua kemungkinan; tayang dengan judul yang sama atau diganti oleh editor) bercerita mengenai ketakutan seorang Rena akan kopi. Iya, minuman kopi. Sepanjang cerita bergulir, Rena akan mengalami beberapa peristiwa, ketemu beberapa orang yang akan membantunya 'sembuh'. 

Bagaimana Menulis Cerber

Seperti yang sudah pernah aku tulis di artikel ini, menulis cerita bersambung di Majalah Femina itu in between -- tidak bisa sependek cerpen dan juga tak sepanjang novel (atau novelet). Untuk mudahnya, aku membutuhkan sekitar 10 - 20 bab saat menulis novel, sementara cerbung kurang lebih 5 - 8 bab cerita. 

Tentukan satu tema besar. Sebelum mulai menulis, sebaiknya tentukan terlebih dulu satu tema besar cerita. Kamu mau bicara apa dalam cerita yang hendak ditulis; apakah mengenai percintaan, hubungan kekasih atau orangtua dan anak, kepercayaan mistis, atau apapun. 

Aku peminum kopi yang kuat. Berangkat dari kebiasaan tersebut di dalam menulis cerber ini aku berpikir reverse atau kebalikan; tersebutlah seorang perempuan yang takut minum kopi. 

Membikin plot. Saat sudah menemukan satu kalimat inti, aku menyusun cerita dengan mengajukan pertanyaan- pertanyaan berikut; 

~ mengapa si tokoh perempuan takut minum kopi - karena patah hati, laki-laki idamannya yang juga menyukai kopi menikah dengan perempuan lain.

~ bagaimana reaksi si tokoh perempuan setelah patah hati - membenci kopi sejadi-jadinya.

~ bagaimana cara si tokoh perempuan mengatasi ketakutan - nanti, baca sendiri saat telah dimuat di cerbung Femina.

~ apakah si tokoh perempuan berhasil 'sembuh' terhadap ketakutannya minum kopi - nanti, baca sendiri setelah dimuat di cerber Femina, ya. 

~ apa solusi bagi si tokoh perempuan untuk menghadapi ketakutannya - still, tunggu dan nikmati cerita bersambung KOPI RENA ini saat tayang di Majalah Femina. 

Menyusun outline. Menulis outline bisa dilakukan dengan sederhana maupun rinci. Bila ingin outline yang begitu detail, maka dalam setiap bab tulis tema besar dan poin-poin detail jalan cerita. 

Semakin komplet outline akan semakin mudah menuliskan cerita. Namun, saat menulis KOPI RENA aku menggunakan cara sederhana. Hanya menulis garis besar cerita dalam setiap bab. Misal seperti ini: 

Bab satu - Rena patah hati karena San menikah

Bab dua - Rena mengurus toko bunga.

Di dalam cerbung ini aku memasukkan "hal" yang benar-benar baru (at least, untukku), yakni mengenai kembang - jenis dan bagaimana mengurus bunga-bungaan. Seperti ini:

“15 pcs round table arrangement. 5 pcs long table arrangement. 20 pcs center arrangement.10 ikat daun hajuang merah, 10 ikat daun asparagus bintang, 10 batang pisang tegak, 20 ikat bunga carnation, 5 ikat bunga sedap malam, 2 kotak  bunga  anggrek cymbidium (bunga anggrek impor biasanya dikemas dalam kotak kardus), 5 ikat krisan, dan 5 ikat mawar.” 

Untuk perihal dunia florist ini, I wud say thank you very much for #meineLiebe for the details he added. Pengalamannya bekerja di Five Stars Hotel - Hotel Borobudur, Jakarta helped me a lots! 

Bab tiga: Rena, dst.... 

Tangga dramatik. Di dalam menyusun cerita, jamaknya menggunakan susunan tangga dramatik seperti berikut: perkenalan karakter - konflik - penyelesaian. Urutannya bisa dibalik-balik, tergantung kamu menggunakan alur cerita yang bagaimana. 

Torture Your Character

Siksa karakter rekaanmu habis-habisan, lalu biarkan ia mencari jalan keluarnya sendiri. 

Aku menggunakan alur cerita maju, namun membuka cerber ini langsung menukik pada (sumber) konflik. 

Rena patah hati - Rena takut kopi. 

Perkenalan tokoh-tokoh cerita langsung aku blend atau campurkan dalam masalah yang mereka terima dan hadapi. Tidak berhenti hanya pada bagian awal, kemalangan-kemalangan Rena dalam menjalani fase patah hati hingga akhirnya berani jatuh cinta kembali terus aku kucurkan tak henti-henti di sepanjang cerita. 

Pernah memperhatikan saat ada suami-istri berantem, para tetangga kanan-kiri rumah malah ramai asyik menonton? Bila ada maling tertangkap dan digebuki, orang-orang bukannya melerai tapi malah menyaksikannya beramai-ramai? Atau, bila ada remaja bertengkar di trotoar pinggir jalan dekat lampu merah setopan, para pengendara kendaraan tertarik memelototi mereka dan menyebutnya sebagai tontontan gratis? Atau, contoh yang paaaaliiing mudah; barangkali ini di luar nalar sehat, namun banyak ibu-ibu yang 'lengket' dan sudi menonton ratusan episode sinetron yang hanya berisi cerita mengenai kemalangan-kemalangan tokoh-tokohnya. 


Cerita menjadi menarik karena adanya konflik. Cerita menjadi jauh lebih menarik ketika pembaca penasaran dengan bagaimana si tokoh(-tokoh) ini menghadapi dan mencari solusi untuk menyelesaikan masalah.

Bagaimana kemudian aku menyiksa si tokoh Rena ini hingga mati-matian? Tunggu, yah, nantikan saja ketika cerita bersambung KOPI RENA ini sudah tayang di Majalah Femina.


Cara Mengirim Cerpen/Cerbung Majalah Femina

Setelah selesai menulis cerpen dan atau cerber, kirim ke Majalah Femina melalui email. Alamat redaksi sila cek di situs yang sedang aku sukai, id.klipingsastra.com. Sertakan pengantar di body mail dengan menuliskan kurang-lebih seperti berikut: 'Melalui surel tersebut kamu mengirimkan cerpen atau cerbung yang berjudul (misalnya) Kopi Rena. Semoga redaksi berkenan membuat cerita tersebut di dalam rubrik cerpen atau cerita bersambung majalah bersangkutan'. File tulisan sertakan dalam attachment.

Surat konfirmasi pemuatan cerpen/cerber Majalah Femina - Desi Puspitasari

Masa tunggu pemuatan karya di Majalah Femina variatif, antara satu sampai tujuh bulan. Ketika redaksi berminat memuat, kamu akan dihubungi via telepon dan juga surel. Kamu diminta mengisi surat pernyataan orisinalitas karya dan membubuhkan tanda tangan di atas materai. 

Sementara masa tunggu antara konfirmasi pemuatan dan tayang tulisan di Majalah Femina sekitar dua minggu. Honor akan ditransfer 30 hari setelah pemuatan. 

Selamat menulis dan mengirim tulisan ke Majalah Femina! [dps]


5 comments:

Blogger pendidik said...

Nderek moco sik ya des, nek gawe crita aku mesthi ilang sinyal di tengah e

Kliping Sastra Nusantara said...

Terimakasih untuk tautan URL-nya ke kami.
Artikel yang sangat bagus. Bermanfaat sekali buat kami...

Salam Literasi

Desi Puspitasari said...

Silakan.

Desi Puspitasari said...

Saya juga berterima kasih.

jual American Tourister said...

mantap