Home » » Mengirim Cerpen ke Media Massa

Mengirim Cerpen ke Media Massa

Aku kira hanya beternak lele atau memelihara ayam buras saja yang membutuhkan panduan, ternyata mengirim cerpen ke media massa koran dan majalah pun banyak sekali yang bertanya bagaimana.

Barangkali I'm the simpliest typical person saat memulai menulis dan mengirim cerpen. Membaca koran atau majalah, menulis karena suka, melihat alamat sur-el redaksi, mengirim tanpa tendensi apa-apa, dan dimuat. Damn, m a lucky bastard, tho? 


Ilustrasi cerpen GELAS KOPI KE-124
Majalah Femina  2013

But, struggling in this writing bussines isn't always bein' dat lucky bastard. 

Berikut aku jelaskan sedikit mengenai bagaimana cara mengirim cerpen ke media massa koran dan majalah:


1. Every media has it's own character. 

Setiap media massa memiliki kekhasan masing-masing. Misalnya saja, koran Republika tentu akan lebih menyukai cerpen bernapaskan Islam ketimbang Koran Tempo yang lebih cenderung jenis cerita eksperimental (dan terkadang sedikit akrobatik). Majalah Femina memiliki karakter cerpen yang kerap menceritakan jenis tokoh perempuan yang mandiri cenderung memiliki akhir cerita happy ending. Karakter cerpen Kompas, Jawa Pos, Media Indonesia dan koran lain semestinya mengenai tulisan sastra dengan masing-masing kekhasan cerpen-cerpennya.

Bagaimana cara mengetahui tipikal jenis cerpen pada masing-masing koran dan majalah? Baca, baca cerpen dari masing-masing media massa tersebut. Atau, berbincang dengan teman-teman sesama penulis. Saling bertukar informasilah antar teman.


2. Perhatikan syarat jumlah karakter dan atau kata. 

Rata-rata cerpen memiliki jumlah 10.000-an karakter atau 1.400 kata. Namun, terdapat koran atau media massa tertentu yang mensyaratkan jumlah kata yang berbeda. Seperti, Media Indonesia mensyaratkan 9000-an karakter, Kedaulatan Rakyat maksimal 5.000 karakter, Majalah Bobo sekitar 500 kata, sementara cerpen koran Jawa Pos sepertinya tak ada batas maksimal kata--pernah malah jumlahnya mencapai 2.000 kata. 

Mengenai berapa jumlah kata yang disyaratkan dalam cerpen, biasanya tertera pada halaman koran yang dimaksud. Bisa ditemukan tertulis di bagian paling bawah cerpen, atau (lagi-lagi) kamu harus memperhatikan dan menghitung sendiri berapa jumlah kata dengan membacanya langsung pada media yang bersangkutan. 


3.  Kirim via sur-el (surat elektronik atau e-mail)

Sekarang zaman yang lebih mudah. Mengirim cerpen sudah bisa melalui e-mail. Alamat sur-el redaksi cerpen bisa disimak di tiap-tiap koran atau sudah dikumpulkan di SINI. Masa tunggu cerpen dimuat sekitar 1 minggu sampai 6 atau 9 bulan. Beberapa koran akan memberi konfirmasi pemuatan (seperti, Media Indonesia pada hari Senin, Jawa Pos pada hari Sabtu, Koran Tempo pada hari Jumat, Majalah Femina dua minggu sebelum pemuatan, Republika pada hari Kamis, dan lain-lain), beberapa yang lain tidak. 


4. Biodata penulis

Di bagian bawah tulisan, cantumkan biodata kamu sebagai penulis, yang terdiri dari: nama, alamat, sur-el, nomor telepon, nomor rekening, dan NPWP. Hal ini akan memudahkan redaksi mengkonfirmasi cerpen kamu saat hendak dimuat. 


5. Tema

Terkadang, cerita pendek di koran mengikuti tema yang sedang hangat diperbincangkan. Misalnya saja saat beberapa jamaah haji meninggal dunia karena tertimpa crane atau terjebak di terowongan Mina, beberapa cerpen dan juga bahkan puisi mengangkat tema cerita tentang haji. Juga saat tema hangat lingkungan sedang membicarakan asap tebal akibat pembakaran hutan, beberapa cerpen di koran juga mengangkat tema yang kurang lebih sama. 


6. Konfirmasi honor

Pada masing-masing media massa memiliki kebijakan yang berbeda-beda terkait pengiriman honor. Ada yang honor cair setelah seminggu cerpen dimuat, ada yang selang beberapa minggu, ada pula yang harus menunggu selama 1 - 2 bulan setelah cerpen dimuat barulah honor turun. 

Ada juga media yang mensyaratkan pengambilan sendiri honor tulisan yang dimuat. Mengatasi hal ini, kamu bisa membikin surat kuasa untuk diwakilkan pengambilan honornya oleh teman kamu. 


7. Beberapa alamat media massa koran dan majalah 

Sur-el Jawa Pos: ari@jawapos.co.id @ariemetro@yahoo.com editor@jawapos.com
Honor: Rp900 ribu - Rp1 juta. Ditransfer 1- 2 minggu setelah cerpen dimuat.

Sur-el Koran Tempo Sabtu: ktminggu@tempo.co.id
Honor: Rp700 - 750 ribu. Honor akan cair sekitar seminggu setelah cerpen dimuat. 

Sur-el Majalah Femina: kontak@femina.co.id kontak@femina-online.com
Honor: Rp1 juta dan biasanya akan ditransfer setelah seminggu cerpen dimuat.

Sur-el Media Indonesia: cerpenmi@mediaindonesia.com
Honor: Rp500 - 750 ribu. Honor akan dikirimkan selang seminggu setelah cerpen dimuat.

Selengkapnya bisa disimak di SINI.


Selamat menulis dan mengirim cerpen! 

9 comments:

Titis Ayuningsih said...

Saya harus banyak belajar dalam menulis cerpen Mbak, thanks buat sharingnya :)

jane frost said...

Kak,numpang nanya ya.. kalo mau ngirim cerpen lewat email tuh langsung kirim aja atau pake basa-basi di emailnya?? aku newbie gangerti apa apa.. makasih sebelumnya :)

Desi Puspitasari said...

Disertakan kalimat pengantar. Misalnya seperti ini:

Kepada
Yth. Pimpinan Redaksi (nama majalah/koran)
di tempat


Salam,

Melalui surel ini saya kirimkan cerita pendek berjudul "(judul cerpen)". Besar harapan saya cerita bersambung ini dapat dimuat di rubrik cerpen (nama koran/majalah).

Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih. :)

Sukses, ya.

miss U said...

Mbak, kira-kira kalo kirimnya via pos, diterima nggak ya? Contohnya ke majalah Gadis. Aku coba kirim malah emailnya mental. Putus asa jadinya hee

Desi Puspitasari said...

Aku kurang tahu, Miss U. Sudah lama banget enggak kirim via pos. Semestinya sih masih bisa diterima, yaa. Atau coba telepon redaksi untuk mendapat jawaban lebih pasti.

Good luck! 😉

Shafira Rahmasari said...

Kalau misalnya enggak punya NPWP, gmana mbak?

Desi Puspitasari said...

Potongan pajaknya lebih besar, Shafira.

Bandingkan asuransi kecelakaan diri said...

nice

katalog alfamart terbaru said...

mantap